Kamis, 28 Juli 2016

Konsep dari Sebuah Organisasi

Konsep Organisasi. Organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari aktivitas-aktivitas dari 2 orang atau lebih, yang dikoordinasikan secara sadar, disengaja dan memiliki tujuan

Bentuk Organisasi
Organisasi formal
Struktur, peran dan tujuan organisasi yang jelas
Menganut prinsip kesatuan tugas (ada struktur) dan prinsip efisiensi
Organisasi Informal/Tidak formal
Struktur dan peran individu tidak didokumentasi dengan jelas dan resmi
Gabungan aktivitas pribadi tanpa tujuan untuk bergabung secara sadar, meskipun mungkin menghasilkan sesuatu



Organisasi adalah suatu social collectivies (kebersamaan sosial) [Beynon], ada 2 sudut pandang (perspektif) yang berbeda :

Action perspective (bottom-up perspective)
Organisasi adalah suatu institusi sosial yang dibangun oleh aktivitas individu yang ada didalamnya gambaran organisasi menjadi subjektif, berbeda untuk setiap individu.

Action perspective fokus pada proses pengorganisasian bagaimana individu menggunakan struktur koordinasi dan bekerjasama dalam melakukan pekerjaannya

Action perspective :

Organisations as network [Mayo]
Jaringan informal terbentuk karena adanya interaksi di tempat kerja yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan & peningkatan produktivitas (dasar pembentukan teamwork). Organisasi merupakan social-technical system

Organisation as productions [Goffman]
Bekerja secara berorganisasi akan menghasilkan identitas diri individu

Organisations as constructions [Garfinkel]
Organisasi didukung/dibangun oleh pengetahuan (mengenai pekerjaan yang ada didalam organisasi) yang dimiliki pekerja

Institutional perspective (top-down perspective)
Organisasi mempunyai struktur sosial yang tidak bergantung pada individu yg ada didalamnya dan tindakan individu diatur / dibentuk oleh struktur social tsb dapat melihat organisasi secara objektif
Institutional perspective fokus pada fungsi organisasi secara keseluruhan
Institutional perspective

Organisations as structures
Cara pandang ini menganalisa organisasi dengan melihat organisasi sebagai struktur, yang terbagi menjadi departemen atau bagian yang mempunyai karakteristik dan fungsi tertentu. Fungsi tsb disusun dalam sebuah hirarki yang jelas yang memiliki garis otoritas yg telah dibentuk oleh atasan terhadap bawahan. Hirarki struktur ini diformalkan dengan baik sampai dapat dilihat dalam bagan organisasi

Taylor fokus pada 3 prinsip organisasi:
Management. Manajer harus bertanggungjawab pada berjalannya organisasi, pekerja harus berkonsentrasi pada tugas2 manualnya dan perancang/designer organisasi bertanggungjawab pada rencana dan racangannya
Tasks. Semua tugas/task harus dievaluasi dan kalau perlu di rancang ulang untuk meningkatkan efisiensi
Efficient methods. Sebaiknya mengadopsi metoda untuk seleksi, training dan monitoring pekerja, untuk menjamin agar pekerjaan dilakukan secara efisien

Organisations as systems
Organisasi adalah sistem yang terbuka
Organisasi dipandang sebagai sebuah unit yang mengambil sumberdaya dari lingkungannya dan memproses sumberdaya itu untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan disalurkan kembali pada lingkungan

Organisations as environments
Bentuk organisasi dipengaruhi lingkungannya
Lingkungan dinamis (selalu berubah) -> organisasi organik (bekerja secara kelompok)
Lingkungan stabil organisasi mekanistik / birokrasi (bekerja sendiri dan tingkat spesialisasinya tinggi)

Organisations as information processor
Organisasi sebagai pengolah informasi untuk pengambilan keputusan dalam organisasi

Structuration Theory
Teori strukturasi diciptakan oleh sosiolog Anthony Giddens untuk menyatukan kedua perspektif. Action perspective yang fokus pada human action, pada dasarnya sangat terkait dengan institutional perspective yang fokus pada social structure. Social structure tercipta karena adanya human action, adanya social structure akan menyebabkan timbulnya human action, dan Giddens menyebutnya suatu proses lingkaran (loop/cyclical process).

Struktur Organisasi (organization structure) :
Cara yang digunakan untuk membagi, mengorganisir dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas yg ada dalam organisasi

Tiga aspek formal dalam struktur organisasi
Division of Labour : pembagian tugas dan tanggung jawab pada anggota organisasi
Chain of command and control : terkait dengan hirarki, kekuasan dan wewenang yang dibentuk dalam organisasi
Specifications of rules and procedures : Umumnya organisasi menengah-besar memiliki aturan dan prosedur jelas (eksplisit) yang akan mengatur cara bekerja secara rinci

Faktor-faktor yg mempengaruhi Span of control 
Kemampuan bawahan/anak buah
Kejelasan pendelegasian wewenang
Kejelasan perencanaan
Laju perubahan organisasi
Pemanfaatan standar sasaran
Teknik-teknik komunikasi
Banyaknya kontak pribadi

Tipe-tipe organisasi

Organisasi fungsional (functional organization) 
Bentuk yang paling logis dan mendasar
Supervisi mudah dilakukan
Cocok untuk organisasi satu lokasi atau satu produk

Organisasi produk/pasar (product/market organization)
Departemen dibagi menjadi divisi (division) yg menangani produk atau pasar atau wilayah tertentu
Divisi merupakan badan semi-otonom
Contoh : adanya SBU (small bussiness unit) pd organisasi tsb
Kelemahan : kepentingan divisi lebih diutamakan dari pada kepentingan organisasi secara keseluruhan

Organisasi matrik (matrix organization)
Organisasi yang mempunyai 2 struktur sekaligus struktur fungsional/divisional (strukturnya vertikal) dan struktur proyek/tim bisnis (strukturnya horizontal)
Setiap karyawan mempunyai 2 atasan (ada 2 rantai komando)
Kelebihan tipe organisasi matriks
Efisien untuk menyatukan individu yang mempunyai ketrampilan khusus
Memberikan fleksibilitas penghematan yang luar biasa
Kelemahan tipe organisasi matriks
Karyawan dituntut untuk mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi, berkerjasama & fleksibel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar